CLICK HERE FOR MY MULTIPLY AND CLICK HERE FOR MY FACEBOOK »

kirim update terbaru dari

krido langsung ke Email anda!!

Kamis, 10 Desember 2009

Teknologi Mengubah Bohlam Lampu Menjadi Wi-fi

Boston University (BU) mengumumkan dimulainya sebuah program yang disponsori National Science Foundation untuk mengembangkan teknologi komunikasi nirkabel yang berbasiskan cahaya, bukan gelombang radio (RF) yang biasa digunakan oleh sinyal Wi-Fi. Ilmuwan berharap teknologi ini kelak dapat digunakan untuk menumpangkan komunikasi data pada light emitting diodes (LED) hemat daya untuk menciptakan "Smart Lighting" yang lebih cepat dan aman daripada teknologi jaringan yang ada saat ini.

Tujuan akhir dari riset ini adalah untuk mengembangkan teknologi komunikasi yang dapat membuat LED setara dengan akses poin Wi-Fi secara fungsional.

"Bayangkan jika komputer, iPhone, TV, radio dan thermostat dapat berkomunikasi dengan Anda saat memasuki ruangan hanya dengan menekan tombol lampu pada dinding tanpa menggunakan seperangkat kabel," kata Profesor BU Engineering Thomas Little. "Ini dapat dilakukan dengan jaringan komunikasi berbasis LED yang juga sekaligus menyediakan cahaya — semua ini dengan penggunaan daya yang rendah, dapat diandalkan, dan bebas gangguan gelombang elektromagnetik.Pada akhirnya, system ini diharapkan dapat menggantikan system pencahayaan yang ada saat ini, seperti mengganti bohlam lampu dengan LED."

Ilmuwan Boston University akan berkonsentrasi pada pengembangan aplikasi jaringan komputer, khususnya teknologi optik solid state yang kelak akan menjadi tulang punggung jaringan ini.

"Ini adalah kesempatan unik untuk menciptakan teknologi penting yang tidak hanya memungkinkan efisiensi daya dalam pencahayaan namun juga menciptakan teknologi nirkabel yang aman," tambah Little. "Sembari kita mengalihkan sistem pencahayaan tradisional menjadi LED dalam beberapa tahun mendatang, kita juga dapat secara simultan membangun infrastruktur komunikasi yang lebih cepat dan aman dengan biaya terjangkau bersamaan dengan aplikasi yang baru dan tak terpikirkan sebelumnya."

Dengan semakin populernya sistem pencahayaan dengan LED, jaringan komunikasi berbasis cahaya besar yang luar biasa besar akan dapat diciptakan. Sebuah alat nirkabel yang berada dalam jangkauan LED dapat mengirimkan dan menerima data melalui cahaya, pada awalnya dengan kecepatan 1 hingga 10 megabit per detik — didukung oleh setiap LED yang berfungsi sebagai akses poin jaringan. Jaringan seperti itu akan menawarkan potensi penggunaan badwith yang jauh labih besar dari teknologi RF yang ada saat ini.

Terlebih lagi, karena cahaya tidak menembus permukaan seperti dinding, teknologi ini juga memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi karena komunikasi data tidak dapat disadap dari luar. Di sisi negatifnya, sifat cahaya ini akan menyulitkan akses jaringan dari ruangan yang berbeda, hal ini berarti juga koneksi jaringan hanya didapatkan saat lampu dinyalakan. Terlebih lagi cahaya LED membutuhkan jauh lebih sedikit daya dibandingkan teknologi RF sehingga akan lebih hemat biaya dalam jangka panjang.

[By ScaRy]

Hati-hati Terhadap YouTube Palsu penyebar Malware..

~ PENTING ~
Pengguna Internet yang sudah mahir tau bahwa mengunduh program komputer yang mencurigakan adalah hal paling berbahaya yang dapat dilakukan secara online, beresiko besar mengakibatkan ditanamkannya virus atau bom waktu lainnya dari seorang cracker. Namun pengguna internet yang mahir sekalipun terkadang masih tertipu oleh para kriminal yang menciptakan halaman YouTube palsu - sebuah replika yang identik dengan situs aslinya untuk menyisipkan malware di dalam sebuah unduhan yang tampaknya datang dari sumber terpercaya.
Sebuah program bernama YTFakeCreator yang dapat dengan mudah membuat halaman YouTube palsu tersebut sudah tersedia online (link sengaja tidak saya berikan). Pengguna yang menerima email yang membawanya ke halaman palsu tersebut akan melihat pesan eror yang mengklaim bahwa video yang ingin mereka lihat tidak dapat diputar tanpa terlebih dahulu menginstal perangkat lunak baru. Pesan eror tersebut juga menampilkan sebuah link yang mengirimkan virus.

Lebih parah lagi: setelah komputer terinfeksi, sangat mudah bagi para cracker untuk mengarahkan korban kepada halaman YouTube asli untuk melihat video yang ingin mereka lihat -- dan menyembunyikan kejahatannya.

Taktik itu sendiri bukanlah hal baru — dan termasuk dalam kategori phishing yang sudah sering diterima banyak orang. Para kriminal online selalu berusaha untuk membuat tiruan situs-situs terkenal untuk memperdayai pengunjung.
Jamz Yaneza dari Trend Micro mengatakan bahwa "taktik ini sangat akurat, dan sangat menakutkan. Apabila saya menonton video YouTube sepanjang hari saya juga kemungkinan besar akan mengunjungi situs ini." (via physorg)

Bedanya dengan phishing biasa, apabila biasanya kita menerima link yang membawa kita ke situs-situs finansial (PayPal, KlikBCA) — kali ini mereka membawa kita ke salah satu situs hiburan terpopuler dunia. Terlebih lagi, YouTube menggunakan teknologi Flash, sehingga tidak mustahil bila YouTube meminta pengunjung untuk menginstal sesuatu yang lebih baru — ditambah lagi YouTube belakangan ini juga sangat gencar dalam meluncurkan fitur-fitur baru.

Ini menunjukkan bahwa kriminal semakin mahir dalam menciptakan situs gadungan dan menggunakan social engineering yang memanfaatkan psikologi manusia untuk menipu pengguna.

Untungnya, para pengguna yang selalu waspada masih dapat melihat tanda-tanda halaman YouTube palsu. Untuk situs palsu, browser Anda tidak akan menunjukan alamat YouTube yang asli. Dan bahkan untuk sampai pada halaman tersebut, Anda harus terlebih dahulu mengikuti sebuah link yang dikirimkan kepada Anda, yang seharusnya sudah langsung Anda curigai. Apabila Anda menggunakan Firefox, extension Locationbar2 juga dapat membantu Anda mengenali situs YouTube gadungan.


[by ScaRy]